Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2016

Pola Berpikir


Sebagai manusia, kita pasti akan mengalami perubahan baik secara fisik maupun pola berpikir. Tak jarang mungkin di sekitar kita, ada orang dewasa secara umur tapi masih kekanak-kanakan atau mungkin juga sebaliknya.
Kok bisa ? Orang bijak bilang, tua itu pasti tapi dewasa adalah pilihan.

Perbedaan pemikiran kekanak-kanakan dan pemikiran dewasa :


1. Orang dewasa, selalu berpikir panjang sebelum bertindak “ think before act “
Sedangkan kekanak-kanakan, bergerak tanpa berpikir terlebih dahulu manfaat atau resikonya “ act before think “.

2. Orang dewasa, selalu berpikir positif untuk hal paling buruk sekalipun.
Sedangkan kekanak-kanakan, lebih suka berpikir negatif dalam hidup, suka menyalahkan setiap hal yang tidak sejalan dengan apa yang diharapkan.

3. Orang dewasa, tidak pernah merasa maklum dengan kekurangan sifatnya dan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik.
Sedangkan kekanak-kanakan, malas untuk berubah menjadi lebih baik, dan sering minta orang lain untuk maklum atas segala kekurangannya.

4. Orang dewasa, jarang mengeluh.
Sedangkan kekanak-kanakan, lebih suka mengeluh bahkan masalah kecil bisa jadi besar karena banyak mengeluh dan membesarkan masalah.

5. Orang dewasa, selalu pandai bersyukur bahkan untuk hal buruk sekalipun.
Sedangkan kekanak-kanakan, tidak pandai bersyukur terhadap apa yang telah diberikan, selalu menuntut hal yang lebih tanpa pernah mensyukuri apa yang telah diperoleh.

6. Orang dewasa, sering menemukan kesalahan dalam dirinya sendiri sehingga dapat menghindari kesalahan yang sama di kemudian hari. Sedangkan kekanak-kanakan, selalu menganggap dirinya paling benar bahkan ketika berbuat kesalahan, suka menyalahkan orang lain daripada mengoreksi diri sendiri.

Sabtu, 28 November 2015

Tipe Kepribadian


Dalam ilmu psikologi, tipe kepribadian seseorang dibagi 4 macam :

1. Sanguinis
Kepribadian yang suka bersenang-senang, ceria, pintar bergaul dan menarik banyak orang. Mereka mampu bicara tentang apapun-kapanpun-dimanapun, optimis, dan humoris. Kelemahannya adalah mereka tidak terorganisasi, tidak ingat detail, agak serius dan mudah percaya sama orang lain.

2. Koleris
Kepribadian yang suka mengatur, dan terobsesi untuk jadi pemimpin.
Mereka mampu memimpin apapun, cepat mengatur, percaya diri, bisa membuat penilaian yang cepat dan tepat. Kelemahannya adalah mereka terlalu ngebos, dominan, otokratis, tidak peka, tidak sabaran, dan tidak mau mengakui kemampuan orang lain.

3. Melankolis
Kepribadian yang selalu ingin melakukan sesuatu dengan cara benar.
Mereka pribadi serius, peka, pendekatan sopan, komentarnya merendah, dan tampilannya rapi. Seorang melankolis bisa mengorganisasikan dan menetapkan sasaran jangka panjang, punya standar serta idealisme yang tinggi, dan suka menganalisis apapun secara mendalam. Kelemahannya adalah mereka mudah depresi, suka buang waktu untuk persiapan, terlalu fokus pada hal detail, suka mengingat hal negatif dan mudah curiga sama orang lain.

4. Phlegmatis
Kepribadian yang sangat cinta damai, selalu berusaha menghindari konflik, tenang, dan pembawaannya santai. Kelemahannya adalah mereka kurang bisa mengambil keputusan, kurang antusias, kurang energik, dan punya tekad tapi tidak mau menunjukkan.

Senin, 04 Mei 2015

Kecerdasan Linguistik

Orang yang suka mengisi teka-teki silang, bisa menikmati puisi mungkin dia orang yang memiliki kecerdasan linguistik. Kecerdasaan linguistik menghasilkan kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, lisan atau tulisan. 

Orang ini juga cerdas dalam mengerti kata-kata, urutan kata, suara, ritme sampai intonasi kata yang diucapkan. Di sekolah pelajaran kesukaannya adalah bahasa, sejarah dan ilmu sosial. Mereka juga suka membaca apa saja.
Kadang mereka juga hobi membaca iklan yang di tempel di jalan.

Senin, 09 Juni 2014

Tes Psikologis

Waktu lagi sibuk mencari berkas buat persyaratan kerja.
Ada kertas yang menarik perhatian ku, ternyata isinya hasil pemeriksaan psikologis jaman TK (Taman Kanak-kanak) dulu. Karena penasaran akhirnya aku baca.

Tes Inteligensi : Untuk mengetahui kecerdasaan anak apakah tergolong kurang, cukup atau cerdas. Sehingga dapat di ketahui seberapa kemampuan anak dalam menangkap dan menyerap pelajaran.
Hasil Inteligensi : Gambaran kemampuan potensi anak.

Angka kecerdasan dari hasil pemeriksaan psikologis 60–160.
< 60 = Sangat lamban.
> 160 = Istimewa (genius).
100 = Titik normal dari angka kecerdasan.

Hasil Pemeriksaan Psikologis
Tanggal Lahir : 10 April 199
Tanggal Tes : 27 Mei 1998
Angka Kecerdasan : 102
Kapasitas Inteligensi : Cukup

Aspek Penilaian
Kemampuan Pemahaman Ruang (PR).
Kemampuan Abstraksi (PO).
Kemampuan Bahasa (PA).
Kemampuan ilmu Pasti (PB).
Kemampuan Penalaran (PC).
Kemampuan Verbal (PV).
Ketelitian (KT).
Kecepatan (KP).


Walaupun hasil tes aku memang nggak menunjukan angka kecerdasaan, istimewa. Tapi masih ada bakat istimewa yang Tuhan kasih buatku.

Minggu, 01 Januari 2012

Cita-cita : Psiko Analis

Menurut ku, menjadi seorang psiko analis itu sesuatu yang menyenangkan. Belajar memahami jiwa seseorang seperti sebuah tantangan yang ingin aku taklukan. Tantangan untuk menyelami kepribadian seseorang baik sifat maupun karakternya. Dan hal yang menarik untuk dipelajari adalah
“ Tahu apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka rasakan. “

1. Aku belajar menjadi seorang pendengar yang baik.
Kelihatannya menjadi seorang pendengar memang mudah namun tidak demikian. Karena kenyataannya banyak yang sering merasa jenuh, ketika sedang menjadi seorang pendengar.

2. Aku mencoba belajar bagaimana membuat orang merasa nyaman.
Nyaman dalam mencurahkan isi hati mereka kepada ku.
Tanpa harus merasa aku akan mencampuri urusan pribadi mereka.

3. Aku belajar menjadi seorang yang setia.
Setia untuk memberikan saran bagi mereka yang membutuhkan masukan atau dukungan dari ku. Aku juga setia menjadi tempat curhat dimana pun dan kapan pun, agar mereka merasa di mengerti.

4. Aku belajar menjadi seorang yang dapat dipercaya.
Saat mereka telah menceritakan masalah yang di alami dari hal yang baik maupun buruk. Aku berusaha untuk menjaga rahasia, hal itu aku lakukan untuk menghargai mereka yang telah mempercayai ku.

Suatu hubungan timbal balik, mereka merasa terbantu dan terlepas dari beban. Sedangkan aku merasa bermanfaat untuk orang lain. Bahkan aku dapat belajar memahami hidup dari permasalahan orang lain, suatu hal positif yang aku dapatkan. Dan satu hal yang harus di ingat :

“ Tak semua orang yang kita PERCAYA bisa memegang kepercayaan yang kita beri. “