Langit telah tampak kelabu dan beku.
Seperti biasa aku akan menunggu.
Menunggu ?
Menunggu rintik hujan itulah yang aku suka.
Meski sayup angin terus menerus menerpa tubuhku yang mungil.
Aku tak akan goyah. Malah ku anggap angin sedang menyapaku.
Menemaniku menunggu sang hujan datang.
Tetesan air langit mulai berjatuhan satu persatu.
Ku perhatikan mereka berkejar-kejaran diantara dedaunan.
Tik… Tik… Tik…
Semakin lama tetesan air langit berirama.
Dan kini aku terdiam, menikmatinya.
Hujan turun membasahi bumi.
Aku ingin seperti hujan yang mampu menghadirkan pelangi.
Karena aku suka hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar